Pulo Gadung, 12 April 2018.
Waktu itu saya sedang berlibur di rumah paman. Pagi di hari Kamis, setelah melaksanakan salat subuh, saya bersiap untuk pulang, karena besoknya saya sekolah lagi. Sesudah saya berpamitan dengan bulik, kakek, dan nenek, saya diantar paman menuju Stasiun Pasar Senen.
Kali ini saya akan menggunakan KA Tawang Jaya Premium. Ini yang ketiga kalinya saya menggunakan jasa kereta api. Yang pertama kali waktu saya kelas 5 menggunakan KA Argo Bromo Anggrek dari Gambir ke Semarang Tawang (saya masih ingat keretanya menggunakan livery yang kalau saya sebut 'pecut lawas'), lalu kelas 7 menggunakan KA Senja Utama Semarang dari Pasar Senen ke Semarang Tawang.
![]() |
| Meski saya sudah 17 tahun, nomor identitas tidak saya isi dengan nomor KTP, karena belum jadi. |
Sesampainya di stasiun, setelah berpamitan dengan paman dan Dek Yaqdhan, saya melakukan check in dan duduk di ruang tunggu. Tidak lama kemudian KA Tawang Jaya Premium masuk di jalur 1, padahal saya belum lama duduk hahaha 😂. Saya kemudian masuk ke Premium 1 dan duduk di kursi 2D.
![]() |
| Tepat sebelum pengumuman kedatangan kereta. |
Kesan pertama ya, keretanya dingin. Ya, maklum lah, rangkaian yang digunakan masih baru (K3 0 18 xx, kalau tidak salah itu TS1 ya). Di dalam kereta ramai sekali, hampir semua kursi terisi penuh. Tapi, kursi sebelah saya masih kosong, entah orangnya belum datang atau memang kosong. Ternyata, beberapa menit sebelum kereta diberangkatkan, empunya kursi sebelah saya pun datang. Selang beberapa menit kemudian, kereta diberangkatkan.
![]() |
| Nganyari. |
5, 40, 41, 35 dan, berangkat!
Berangkat tepat pukul 06.35 WIB, kereta melaju pelan, keluar dari Stasiun Pasar Senen. Kereta mempercepat lajunya selepas keluar Jakarta. Lalu saya memutuskan untuk memesan kopi ke prama dan prami yang lewat. Pemandangan persawahan Karawang sangatlah memukau mata. Menyeruput kopi sambil menikmati alam dari jendela kereta, memang terbaik lah, saikou dayo!
![]() |
| Persawahan Karawang |
Kemudian sepanjang perjalanan, saya berbincang-bincang dengan penumpang lain di sebelah saya. Beliau adalah seorang dosen di salah satu universitas di Jakarta. Beliau akan pulang ke rumah orang tua beliau di Pati. Setelah sampai di Semarang, beliau akan menggunakan moda transportasi lain untuk sampai ke Pati.
Kereta sudah tiba di Stasiun Cirebon. Ada 1-2 orang dari Premium 1 yang turun di Cirebon. Setelah turun-naik penumpang, kereta kembali diberangkatkan.
![]() |
| Stasiun Cirebon |
Kami kembali mengobrol. Berceritalah beliau tentang saudaranya, mengapa beliau bisa menjadi dosen, pengalaman, apapun diceritakan. Saya yang hanya bocah kemarin sore hanya mendengarkan dan mengangguk-angguk. Lalu kami berbincang tentang proyek di kanan-kiri rel, pemandangan alam, bahkan posisi kereta saat itu juga kami perbincangkan. Dan ini pertama kali saya mendapatkan teman yang usianya jauh lebih tua dari saya. Lalu, kami bertukar kontak WA.
Kereta kemudian berhenti di Stasiun Brebes. Kereta berhenti agak lama karena akan disusul oleh Kereta Api Argo Muria. Kami masih mengobrol sampai akhirnya jam makan siang pun tiba. Beliau menawarkan saya akan dibelikan Nasi Goreng Parahyangan, tetapi saya menolaknya dengan halus karena saya sudah dibawakan bekal dari paman saya yang isinya bebek bakar. Kemudian kami makan bersama.
![]() |
| Saat kereta berhenti di Stasiun Pemalang. |
Sebenarnya saya ingin merekam pemandangan tepi laut di petak sekitar Stasiun Plabuan, tetapi saya tidak bisa karena saya duduk di kursi sebelah kanan, sementara lautnya ada di kiri kereta. Lagipula, saat itu kereta dalam kondisi ramai, jadi saya sedikit sungkan untuk merekam.
![]() |
| Ini di Stasiun Weleri. |
Tak terasa kereta tiba di Stasiun Semarang Poncol. Di stasiun ini sangat banyak (bahkan hampir semua) penumpang Premium 1 turun. Kemudian kami mempersiapkan diri untuk turun di tujuan akhir Stasiun Semarang Tawang. Setelah turun, kami bersalaman lalu berpisah. Saya masih tetap di peron, guna mengambil foto, sebagai bukti fisik kunjungan.
Saya kemudian keluar dari area stasiun dan menyetop minibus tujuan Salatiga. Banyak cerita yang bisa saya kabarkan sesampainya di rumah. Menggunakan kendaraan umum untuk bepergian, memang ada kesan tersendiri dibandingkan dengan kendaraan pribadi menurut saya. Kita dapat bertemu dengan orang lain yang berbeda latar belakang, mendapat pengalaman baru, bahkan informasi yang penting atau tidak.
Setelah saya turun dari bis, dan berjalan melewati jalan kampung, saya tiba di rumah. Liburan kali ini menurut saya, cukup menyenangkan.
「ただいま、帰りました。」
owari








0 komentar:
Posting Komentar